Sabtu, 06 Juli 2013

yuuhi wo miteiruka

Pengumuman Single Ke-2 JKT48 “Yuuhi wo Miteiruka? - Apakah Kau Melihat Mentari Senja?“

2 Juli 2013
Waktu penjualan single ke-2 JKT48 ”Yuuhi wo Miteiruka? - Apakah Kau Melihat Mentari Senja?“ akan dilaksanakan pada 3 Juli 2013

”Yuuhi wo Miteiruka? - Apakah Kau Melihat Mentari Senja?“ memiliki 2 versi yaitu Versi Reguler (CD + DVD) dan Versi Teater (CD + Tiket Individual Handshake). Untuk Versi Reguler sudah dapat dibeli mulai mulai 3 Juli di Official Shop JKT48, Rakuten dan di toko CD terdekat. Untuk Versi Teater hanya akan dijual di Teater JKT48. Namun, khusus untuk tanggal 3 - 4 Juli 2013 bersamaan dengan diadakannya konser JKT48, kedua versi CD tersebut dapat dibeli di Tenis Indoor Senayan, di depan Tiket Box. Sehingga bagi yang tidak memegang tiket konser tetap dapat membeli CD single ini.

Mulai saat ini tiket Individual Handshake tersedia online di website JKT48.com. Ini mempermudah para fans di luar Jakarta yang ingin mengikuti event Individual Handshake. Silakan masuk ke website JKT48.com dan ikuti petunjuk pemesanan.

Single Ke-2 JKT48“Yuuhi wo Miteiruka? - Apakah Kau Melihat Mentari Senja?“
Waktu Penjualan                 : 3 Juli 2013
Versi Reguler (CD+DVD)             : Rp 80.000,-
Versi Teater (CD+Tiket Individual Handshake)  : Rp 40.000,-

JKT48 Operation Team

Minggu, 20 Januari 2013

Wotagei? apa itu?



Wotagei (ヲタげい?) atau otagei (オタ芸, オタげい?) adalah sorakan atau gerakan tari khas yang dilakukan oleh penggemar ketika menonton konser-konser idola Jepang.

Wotagei adalah bentuk memberikan dukungan dalam acara-acara yang dilangsungkan oleh idola atau seiyu.[5] Kata wotagei atau otagei merupakan singkatan dari aidoru [w]otaku no gei (gei berarti seni).

Melakukan wotagei disebut utsu (打つ). Ada beberapa jenis gerakan wotagei. Bertepuk tangan menurut irama di atas kepala sambil melompat di tempat menghadap ke kiri dan kanan, berputar-putar disebut mawari (マワリ). Kedua belah lengan diacungkan ke atas dan siku ditarik ke dalam berulang-ulang disebut romansu (ロマンス). Bertepuk tangan tiga kali prok, prok, prok, lalu bersorak hyuu... disebut PPPH. Ada pula gerakan yang inspirasinya berasal dari tari di . Pada gerakan yang disebut kecak, sambil postur tubuh direndahkan, kedua belah lengan diangkat dan ditarik secara berulang-ulang ke depan ke arah idola di panggung.

Memberikan dukungan kepada penyanyi idola di panggung dengan cara bersorak bersama sesuai dengan irama lagu sudah dilakukan pada tahun 1970-an atau 1980-an oleh barisan penggemar setia para idola yang disebut shin-ei tai (親衛隊 barisan pengawal). Memasuki abad ke-21, beberapa gerakan ditambah sehingga menjadi bermacam-macam dan dikenal secara luas sebagai wotagei setelah dibawakan dalam konser-konser Hello! Project serta berbagai unit idola yang tergabung di dalamnya. Dalam acara varietas Guru Guru Dokan "Atarashii Nami o Sagashite" di Fuji Television, wotagei diangkat pertama kali sebagai topik bahasan.Anggota tim sepak bola J. League, Kawasaki Frontale melakukan wotagei versi Kawasaki Frontale di hadapan penonton. Mereka menyebutnya sebagai ntagei (ンタ芸?) (dari kata frontale + gei) pada acara hari berterima kasih kepada penggemar tahun 2007. Setelah diliput media massa, keberadaan wotagei diketahui secara luas oleh masyarakat umum di Jepang. Selain itu ada pertunjukan live yang diadakan secara khusus untuk mempertunjukkan wotagei. Meskipun demikian, wotagei juga dikecam sebagai "'Tindakan gangguan' yang dilakukan atas nama wotagei". Semuanya disebabkan sebagian penonton yang melakukan wotagei akhirnya menjadi lupa diri. Mereka tidak menghormati hak penonton lain, dan datang ke konser semata-mata untuk melakukan otagei. Pendapat publik akhirnya terbagi dua, pihak penentang dan pihak pendukung wotagei sebagai cara memberi dukungan. Di beberapa konser, memberi dukungan kepada idola dengan melakukan wotagei secara keterlaluan sudah dilarang.

Partisipasi penonton sangat penting dalam konser grup idola Jepang. Wotagei menambah semarak konser dan membangun rasa kebersamaan antara penonton dan idola di atas panggung, serta sesama rekan wota.

Mix (ミックス mikkusu adalah sorakan beramai-ramai penonton pada konser idola, termasuk pada konser AKB48 dan grup-grup saudara kembarnya. Meskipun sering diragukan sebagai bagian dari wotagei,mix termasuk salah satu dari banyak unsur wotagei. Mix sudah dikenal di kalangan wota pada akhir 1990-an, termasuk di konser Z-1 dan kemudian Hello! Project. Kata-kata mix yang disorakkan seragam dan ada standarnya.

Mix disorakkan sewaktu overtur, intro (awal lagu), dan sewaktu tempo lagu melambat. Mix berakhir sebelum idola mulai menyanyi. Mix tidak dilakukan untuk lagu bertempo pelan, sedih, atau balada. Pada lagu yang dimulai secara tiba-tiba seperti "Heavy Rotation", mix ditunda hingga interlude (bagian instrumental).

Ada beberapa variasi mix yang dikenal kalangan wota. Berikut ini adalah mix standar untuk wota AKB48 dan grup-grup saudara kembarnya:

"Aaaa... Yossha Ikuzo! Taiga, Faiya, Saiba, Faiba, Daiba, Baiba, Jya, Jya!" (あ~ よっしゃいくぞー!タイガー、ファイヤー、サイバー、ファイバー、ダイバー、バイバー、ジャージャー Aaaa... Yossha Ikuzo! Tiger, Fire, Cyber, Fiber, Diver, Viber, Jya Jya!?)

Aaaa... Yossha Ikuzo! ("Ayo mulai!") adalah komando untuk memulai sorakan, diikuti pelafalan bahasa Jepang untuk kata-kata bahasa Inggris, Tiger, Fire, Cyber, Fiber, Diver, dan Viber. Alasan kata-kata tersebut dipilih juga tidak diketahui pasti.

Ada pula variasi mix yang menggunakan kata-kata asli bahasa Jepang (Japanese Mix) dan mix dari bahasa Ainu (Ainu Mix), atau campuran dari standar, Jepang, dan Ainu.Kata-kata bahasa Jepang atau bahasa Ainu yang dipakai merupakan terjemahan dari Tiger, Fire, dan seterusnya.

Ada berbagai penjelasan tentang asal usul mix, namun semuanya simpang siur bagaikan legenda urban. Mix seperti halnya wotagei diperkirakan berawal dari reaksi spontan atau partisipasi penonton di konser idola Jepang.