Wotagei (ヲタげい?) atau otagei (オタ芸, オタげい?) adalah sorakan atau gerakan tari khas yang dilakukan oleh penggemar ketika menonton konser-konser idola Jepang.
Wotagei adalah bentuk memberikan dukungan dalam acara-acara yang dilangsungkan oleh idola atau seiyu.[5] Kata wotagei atau otagei merupakan singkatan dari aidoru [w]otaku no gei (gei berarti seni).
Melakukan
wotagei disebut
utsu (打つ).
Ada beberapa jenis gerakan wotagei. Bertepuk tangan menurut irama di
atas kepala sambil melompat di tempat menghadap ke kiri dan kanan,
berputar-putar disebut
mawari (マワリ). Kedua belah lengan diacungkan ke atas dan siku ditarik ke dalam berulang-ulang disebut
romansu (ロマンス).
Bertepuk tangan tiga kali
prok, prok, prok, lalu bersorak
hyuu... disebut PPPH. Ada pula gerakan yang inspirasinya berasal dari tari
di . Pada gerakan yang disebut
kecak,
sambil postur tubuh direndahkan, kedua belah lengan diangkat dan
ditarik secara berulang-ulang ke depan ke arah idola di panggung.
Memberikan dukungan kepada penyanyi idola di panggung dengan cara
bersorak bersama sesuai dengan irama lagu sudah dilakukan pada tahun
1970-an atau 1980-an oleh barisan penggemar setia para idola yang
disebut
shin-ei tai (親衛隊 barisan pengawal). Memasuki abad ke-21, beberapa gerakan ditambah sehingga menjadi bermacam-macam
dan dikenal secara luas sebagai
wotagei setelah dibawakan dalam konser-konser Hello! Project serta berbagai unit idola yang tergabung di dalamnya.
Dalam acara varietas
Guru Guru Dokan "Atarashii Nami o Sagashite" di Fuji Television,
wotagei diangkat pertama kali sebagai topik bahasan.
Anggota tim sepak bola J. League, Kawasaki Frontale melakukan wotagei versi Kawasaki Frontale di hadapan penonton. Mereka menyebutnya sebagai
ntagei (ンタ芸?) (dari kata
frontale +
gei) pada acara hari berterima kasih kepada penggemar tahun 2007. Setelah diliput media massa, keberadaan
wotagei diketahui secara luas oleh masyarakat umum di Jepang. Selain itu ada pertunjukan
live yang diadakan secara khusus untuk mempertunjukkan
wotagei.
Meskipun demikian, wotagei juga dikecam sebagai "'Tindakan gangguan' yang dilakukan atas nama
wotagei".
Semuanya disebabkan sebagian penonton yang melakukan wotagei akhirnya
menjadi lupa diri. Mereka tidak menghormati hak penonton lain, dan datang ke konser semata-mata untuk melakukan otagei.
Pendapat publik akhirnya terbagi dua, pihak penentang dan pihak pendukung wotagei sebagai cara memberi dukungan.
Di beberapa konser, memberi dukungan kepada idola dengan melakukan wotagei secara keterlaluan sudah dilarang.
Partisipasi penonton sangat penting dalam konser grup idola Jepang.
Wotagei menambah semarak konser dan membangun rasa kebersamaan antara
penonton dan idola di atas panggung, serta sesama rekan wota.
Mix (ミックス mikkusu
adalah sorakan beramai-ramai penonton pada konser idola, termasuk pada
konser AKB48 dan grup-grup saudara kembarnya. Meskipun sering diragukan
sebagai bagian dari wotagei,
mix termasuk salah satu dari banyak unsur wotagei.
Mix sudah dikenal di kalangan wota pada akhir 1990-an, termasuk di konser Z-1 dan kemudian Hello! Project. Kata-kata mix yang disorakkan seragam dan ada standarnya.
Mix disorakkan sewaktu overtur,
intro (awal lagu), dan sewaktu tempo lagu melambat. Mix berakhir
sebelum idola mulai menyanyi. Mix tidak dilakukan untuk lagu bertempo
pelan, sedih, atau balada. Pada lagu yang dimulai secara tiba-tiba seperti "Heavy Rotation", mix ditunda hingga interlude (bagian instrumental).
Ada beberapa variasi mix yang dikenal kalangan wota. Berikut ini adalah mix standar untuk wota AKB48 dan grup-grup saudara kembarnya:
- "Aaaa... Yossha Ikuzo! Taiga, Faiya, Saiba, Faiba, Daiba, Baiba, Jya, Jya!" (あ~ よっしゃいくぞー!タイガー、ファイヤー、サイバー、ファイバー、ダイバー、バイバー、ジャージャー Aaaa... Yossha Ikuzo! Tiger, Fire, Cyber, Fiber, Diver, Viber, Jya Jya!?)
- Aaaa... Yossha Ikuzo! ("Ayo mulai!") adalah komando untuk memulai sorakan, diikuti pelafalan bahasa Jepang untuk kata-kata bahasa Inggris, Tiger, Fire, Cyber, Fiber, Diver, dan Viber. Alasan kata-kata tersebut dipilih juga tidak diketahui pasti.
Ada pula variasi mix yang menggunakan kata-kata asli bahasa Jepang (Japanese Mix) dan mix dari bahasa Ainu (Ainu Mix), atau campuran dari standar, Jepang, dan Ainu.
Kata-kata bahasa Jepang atau bahasa Ainu yang dipakai merupakan terjemahan dari
Tiger,
Fire, dan seterusnya.
Ada berbagai penjelasan tentang asal usul mix, namun semuanya simpang siur bagaikan legenda urban. Mix seperti halnya wotagei diperkirakan berawal dari reaksi spontan atau partisipasi penonton di konser idola Jepang.